Jumat, 06 Januari 2012

Tentang Januari Effect


Bagi investor, tentunya sudah akrab dengan istilan January effect. Bahkan, banyak dari pada pemodal yang menantikan momentum tersebut untuk berburu gain di pasar modal. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan January efect? Berikut penjelasannya dari PT Trimegah Securities Tbk:

Apakah yang dimaksud dengan January effect?
• Sebuah fenomena di mana sejumlah saham bergerak anomali dan cenderung meningkat pada paruh pekan pertama Januari;

• Sebuah fenomena di mana peningkatan harga yang terjadi adalah perilaku dari para pelaku pasar yang mengkumulasi sejumlah saham pada paruh pekan terakhir Desember,

dengan target perolehan harga terendah, untuk kemudian memetik keuntungan melalui selisih harga dengan cara menjual saham-saham tersebut di paruh pekan pertama Januari;

• Sebuah fenomena, di mana seringkali saham-saham pada papan ketiga melampaui performa saham-saham unggulan, maupun saham-saham pada papan kedua;

• Sebuah fenomena dimana pola dan perilaku tersebut menandakan bahwa kondisi pasar modal tidak sepenuhnya efisien.

Trimegah melakukan riset dengan mempergunakan basis data sejak tahun 2000 untuk mengukir fenomena tersebut. Trimegah menemukan beberapa kali January effect justru tidak terjadi, yaitu pada tahun 2001, 2003 dan 2007. Pada pada ketiga tahun tersebut, IHSG justru mengalami tekanan pelemahan pada Januari sebagaimana terlampir pada table di bawah ini:
Dengan demikian, probabilita akan terjadinyaJanuary effect di paruh pekan pertama 2012 ini menjadi 75% – 80%. Kondisi ini  merupakan peluang bagi para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum, dengan memilah saham-saham seperti apa yang memiliki peluang untuk menghasilkan keuntungan di paruh pekan pertama Januari ini.

Dalam hal ini Trimegah pun mencoba memberikan ilustrasi dengan mengkategorikan saham-saham berdasarkan bobot, serta nilai kapitalisasinya, di mana saham-saham yang memiliki nilai kapitalisasi;
1. > Rp30 triliun big caps
2. Rp15triliun – Rp30 triliun mid caps
3. < Rp15 triliun small caps

Berdasarkan ilustrasi tersebut, saham-saham small caps tidak mutlak melampaui performa dari saham-saham big caps ataupun mid caps. Alasan yang mendasari fenomena tersebut masih kurang jelas. Anomali pergerakan harga yang terjadi merupakan dampak pengulangan dari kebiasaan para pelaku pasar yang mencoba memanfaatkan momentum, di mana pergerakan bursa saham pada awal tahun memiliki kecenderungan positif atau naik.

Mengacu kepada ruang penguatan pada IHSG yang masih terbuka, maka Trimegah memperkirakan momentum January effect pada tahun 2012 ini akan mungkin terjadi dengan mencermati basis stop-loss harga pada level 3.720.




===== SEKIAN =====

sumber BISNIS.COM

Selasa, 03 Januari 2012

Analisa Tehnikal


Saham. Identik dengan investasi penuh resiko. Ya, kita memang harus siap-siap pasang badan menghadapi kerugian yang sangat cepat. Oleh karena itu dalam bertransaksi saham di lantai bursa ada pembedaan watak antara lain trader dan investor. Bagaimana cara membedakannya? Tentu saja mudah. Seorang trader melakukan transaksi sangat cepat. Beli saham x di sesi pertama lalu jual di sesi kedua. Dan begitu seterusnya. Sedangkan seorang investor membeli saham dengan harapan kedepannya harga saham melonjak. Contoh nyata seorang investor di lantai bursa adalah waren buffet.

Waren bafet tidak menjadi tajuk utama dalam tulisan ini. Yang dibahas sekarang adalah trader. Lalu bagaimana cara seorang trader melakukan analisa? Para trader lebih sering melakukan analisa tehnikal. analisis teknikal dianggap lebih jitu untuk melahirkan rekomendasi investasi. Pada prinsipnya analisis teknikal merupakan metode analisis instrumen investasi yang menggunakan data-data historis mengenai perubahan harga saham maupun instrumen lainnya, volume dan beberapa indikator pasar yang lain untuk melahirkan rekomendasi keputusan investasi. Berhubung data-data pasar lazim tersaji dalam bentuk grafik (charts), maka para analis teknikal lebih sering menggeluti grafik-grafik.  Itu sebabnya para penganut aliran ini sering mendapat julukan sebagai chartist.

Dengan menggunakan data-data mengenai harga, pasokan serta permintaan di masa lalu, analisis teknikal saham bertujuan memprediksi bagaimana permintaan dan pasokan dimasa mendatang, serta menganalisa harga saham yang mungkin akan terbentuk karenanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan suatu tren atau pola yang berulang dari pergerakan harga saham dan kemudian dieksploitasi untuk mendapatkan kentungan. Para analis teknikal juga percaya bahwa proses perubahan harga saham yang disebabkan oleh adanya suatu informasi yang baru di pasar akan cenderung mengikuti suatu tren tertentu. Dengan menyimpulkan hal-hal tersebut, analisis teknikal dipakai untuk mendasari keputusan kapan harus mengambil untung (profit taking), mengurangi kerugian (cut loss), mulai melakukan akumulasi saham atau mulai menahan posisi (wait & see).




Kita semua memahami, bahwa harga saham dapat naik dan turun secara cepat atau pun secara berangsur-angsur sehingga pada grafik akan terlihat membentuk beberapa puncak, lembah atau bisa juga mendatar (harga bergerak dalam kisaran sempit). Dalam upaya menganalisa harga saham dan mengidentifikasikan suatu tren perubahan harga saham, para chartist berpedoman pada dua asumsi penting. Pertama, harga bergerak pada tren tertentu dan kedua, tren ini akan terus berlangsung hingga terdapat suatu kejadian yang membuat tren akan berubah.
Untuk memberikan gambaran mengenai cara bekerja para analis teknikal, berikut ini ada beberapa metode analisis teknikal saham yang paling umum digunakan dan mudah dipahami.
Moving Average (MA)

Moving average (MA) atau rata-rata bergerak adalah salah satu dari sekian banyak metode analisa harga saham yang sering digunakan dalam analisis teknikal saham. Moving average (MA) adalah rata-rata harga saham selama periode waktu yang telah lalu dan kemudian diplot ke dalam grafik beserta harga saham aktual di pasar saat itu. MA yang berasal dari rata-rata harga saham selama lima hari perdagangan, contohnya, ditulis sebagai MA-5. MA yang berasl dari rata-rata harga selama 15 hari ditulis sebagai MA-15. Jadi moving average menyatakan rata-rata harga saham tersebut akan dihitung lagi seiring dengan berjalannya waktu. Data harga yang digunakan biasanya adalah harga penutupan (closing price).
Buatlah sebuah grafik bersumbu X (horizontal) dan Y (vertical). Sumbu X melambangkan hari (tanggal) da sumbu Y melambangkan harga. Kemudian hitunglah rata-rata harga saham selama 10 hari kebelakang, termasuk hari ini (MA-10). Hubungkanlah titik-titik dari harga rata-rata tersebut dalam garis MA. Bersamaan dengan itu, sambungkan pula titik-titik harga penutupan saham (harga aktual) setiap harinya pada grafik yang sama sampai jangka waktu yang Anda kehendaki. Lama-lama akan terbentuk 2 buah kurva yaitu kurva MA dan kurva aktual.
Cara menganalisanya adalah jika kurva aktual menembus kurva MA dari bawah ke atas dengan volume perdagangan yang cukup tinggi, hal tersebut memberi sinyal saat yang tepat untuk membeli saham. Sebaliknya jika kurva aktual menembus kurva MA dengan volume perdagangan tingg dari atas ke bawah, hal tersebut memberi sinyal untuk jual. Pergerakan harga saham berupa kenaikan harga diikuti dengan volume perdagangan yang tinggi ditafsirkan sebagai sinyal pasar akan membaik (bullish). Sedangkan perubahan harga berupa penurunan harga yang diikuti volume perdagangan yang tinggi ditafsirkan sebagai sinyal pasar akan memburuk (bearish).

Double Top dan Double Bottom



Metode analisa teknikal saham berikutnya adalah metode double top dan double bottom. Double Top, pola ini terbentuk ketika ada perubahan harga saham berupa kenaikan sampai pada level tertentu, lalu turun dan kemudian naik lagi (dengan volume perdagangan lebih kecil) menyamai level harga tertinggi sebelumnya dan kemudian menurun lagi. Jika kejadian tersebut berulang sekali lagi, maka akan terbentuk kurva yang memiliki dua puncak kembar (seperti huruf M). Pola dari analisa harga saham ini menunjukan bahwa pasar telah dua kali gagal mencoba menembus batas harga atas (tertinggi) tersebut. Jika harga kemudian menurun sampai menembus tingkat harga terendah sebelumnya (sebelum puncak yang kedua), itu mengindikasikan tren pergerakan harga saham akan terus menurun. Pola double top ini memberikan sinyal untuk segera melakukan aksi jual.
Kebalikan dari pola Double Top yaitu pola double bottom (seperti huruf W). Dengan logika yang sama, pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli karena diperkirakan harga akan terus meningkat.

Triangle

Metode analisa teknikal saham triangle (pola kurva segitiga) dibagi menjadi dua, yaitu Ascending Triangle (segitiga menaik) dan Descending Triangle (segitiga menurun). Descending Triangle terbentuk jika ada beberapa lembah yang sama rendah dengan beberapa puncak yang semakin menurun. Dengan kata lain, terjadi perubahan harga saham antara garis batas bawah yang horizontal dengan garis batas yang mempunyai kemiringan menurun. Jika harga menembus garis batas bawah disertai dengan peningkatan volume perdagangan, ini memberi sinyal untuk melakukan aksi jual karena analisa harga saham tersebut diperkirakan harga akan terus menurun.



Sementara Ascending Triangle terbentuk jika pergerakan harga saham mengikuti pola yang berkebalikan dengan Descending Triangle. Pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli saham karena diperkirakan harga akan terus menaik.

Head & Shoulder



Analisis teknikal saham Head & Shoulder memberikan sinyal untuk jual karena diperkirakan harga akan terus menurun. Garis leher (neckline) digambarkan dengan menarik garis lurus dari bagian paling bawah kedua bahu untuk mendapatkan suatu sinyal kapan aksi jual dilakukan. Jika dari analisa harga saham, pergerakan harga saham (bahu kanan) menembus garis leher dari atas ke bawah (piercing the neckline), inilah sinyal untuk segera menjual saham untuk mengurangi kerugian (cut loss).
Head & shoulder dapat terjadi secara terbalik (Inverse Head & Shoulder), dua bahu dan kepala mengarah kebawah. Garis leher terbentuk dengan menarik garis lurus diatas kedua bahu. Jika pola itu terbentuk dan kurva harga dibahu kedua (bahu kanan) menembus garis leher dari bawah keatas, maka itu adalah sinyal untuk beli karena ada kecenderungan perubahan harga saham di mana harga bakal terus naik.

Bentuk dan ukuran Head & Shoulder maupun Inverse Head & Shoulder ini dapat bervariasi, kurva ini bisa dalam jangka waktu yang pendek dan panjang, bisa mendatar atau memiliki kemiringan tertentu.


Support Level & Resistance Level






Pada analisa teknikal saham support level and resistance level ini, harga dikatakan berada pada support level (SL) jika harga tersebut berada pada level terendah dan pada level tersebut pergerakan harga saham berupa penurunan sangat sukar terjadi. Umumnya SL terbentuk setelah suatu saham mengalami kenaikan harga yang besar dan kemudian mengalami penurunan karena adanya aksi ambil untung (profit taking) dari para investor. Sementara, harga saham dikatakan berada pada resistance level (RL) jika harga berada pada level tertinggi dan pada level tersebut harga sangat sukar untuk naik. Sebuah RL cenderung akan terbentuk setelah suatu saham mengalami penurunan yang cukup signifikan dari harga sebelumnya. SL dan RL dapat diterjadi saat harga sedang dalam tren naik (uptrend), mendatar (sideway) atau turun (downtrend).

Untuk mendapatkan keuntungan Anda dapat menggunakan prinsip beli murah, jual mahal (buy low sell high). Jadi, dengan analisa harga saham yang tepat, Anda harus membeli saham pada saat harga berada pada SL dan menjual saham pada saat harga diperkirakan berada pada RL. Tentu saja keuntungan yang diperoleh tidaklah bertahan lama. Makin banyak orang mengetahui adanya SL dan RL pada suatu saham dan memanfaatkannya, pola ini akan hancur dengan sendirinya. Kunci dalam menggunakan metode analisa teknikal saham ini adalah kecepatan memperoleh informasi. Orang yang pertama tahu adanya SL dan RL inilah yang punya potensi cukup besar untuk memetik keuntungan, sementara yang belakangan hanya kebagian sisanya saja, atau malah rugi karena sebenarnya RL dan SL-nya sudah berubah lagi.

Para ahli meyakini bahwa jika SL ditembus, maka biasanya SL tersebut akan menjadi RL yang baru. Begitu pula jika RL yang ditembus maka RL tersebut menjadi SL yang baru. Semakin besar volume perdagangan yang terjadi akan semakin memperkuat posisi SL dan RL yang terjadi.
Demikianlah beberapa contoh metode analisa teknikal saham yang sederhana, masih banyak lagi metode lain yang menganalisa perubahan harga saham yang lebih rumit dengan banyak parameter yang disertakan. Umumnya para analis menggunakan beberapa metode sekaligus agar hasil analisa harga saham dan keputusan investasi yang diambil lebih akurat. Ada banyak aplikasi komputer untuk menghitung rumus analisis teknikal saham yang semakin canggih, Anda hanya tinggal menginput database harga saham yang Anda kehendaki dan beberapa metode berbentuk grafik pergerakan harga saham siap dianalisa.

====== SEKIAN======




Minggu, 01 Januari 2012

Istilah Dalam Pasar Modal


Agio Saham‭
Agio saham adalah selisih lebih setoran pemegang saham diatas nilai nominalnya dalam hal saham dikeluarkan dengan nilai nominal.

Anggota Bursa
Perusahaan-perusahaan sekuritas yang telah memperoleh ijin Bapepam dan berhak menggunakan sistem yang ada di bursa.

Akuisisi
Pengambilalihan perusahaan oleh perusahaan lain melalui pembelian saham perusahaan tersebut.

Annual Report
Laporan keuangan tahunan yang telah mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Ask Price
Harga penawaran atas order jual.‭ ‬Sistem JATS akan memprioritaskan harga dengan penawaran jual terendah.‭ ‬Sering pula disebut‭ ‬Offer Price.

Bid Price
Harga penawaran atas order beli.‭ ‬Sistem JATS akan memprioritaskan harga dengan penawaran beli tertinggi.

Atas Nama
Dituliskannya nama dari pemilik efek tertentu pada sertifikat efek tersebut sebagai suatu tanda kepemilikan efek.

Atas Unjuk
Tidak ditunjukannya nama dari pemilik efek,‭ ‬dengan demikian siapa saja yang membawa efek tersebut dapat mengaku dan sah menjadi pemilik efek tersebut‭ (‬seperti uang‭)‬.

Balance Sheet
Laporan keuangan perusahaan yang menunjukan keadaan aset, utang dan modal per tanggal tertentu.

Bearish
Kondisi bursa ketika harga saham, obligasi dan komoditas yang diperdagangkan turun dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bid
Penawaran yang diajukan oleh calon pembeli saham. Harga penawarannya disebut bid price.

Block Trading
Perdagangan dalam jumlah besar atau minimal 200.000 lembar saham.

Bluechips
Saham-saham unggulan, saham-saham dari perusahaan yang mempunyai reputasi baik dan mudah diperjualbelikan di bursa saham karena banyak peminatnya.

Bond
Kata lain dari obligasi. Surat bukti utang jangka panjang dari emiten, umumnya diatas 3 tahun. Setiap periode tertentu pemilik surat ini dapat menukarkan kupon-kupon yang terlampir untuk mendapatkan bunga dari emiten, sampai akhirnya jatuh tempo ketika perusahaan harus melunasi utangnnya. Bond dapat diperjualbelikan di bursa efek.

Book Value
Nilai perusahaan dihitung dari total aset dikurangi harta tidak terwujud, dikurangi utang dan nilai nominal dari saham preferen.

Broker
Kata lain dari pialang. Individu atau perusahaan yang bertindak sebagai perantara jual dan beli atas efek-efek yang diterbitkan oleh perusahaan (emiten)

Bullish
Kebalikan dari bearish. Kondisi bursa ketika harga saham, obligasi dan komoditas yang diperdagangkan naik dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bursa Saham (Efek)
Pihak yang menyelenggarakan atau menyediakan sistem untuk mempertemukan penawaran jual dan beli saham.

Buyback
Pembelian kembali saham atau obligasi yang beredar oleh emiten dengan beragam alasan dan tujuan.

Capital Gain
Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek.‭ ‬Apabila perbedaan tersebut bersifat negative‭ (‬rugi‭) ‬disebut‭ ‬capital loss.

Capital Market
Perdagangan surat-surat berharga, termasuk saham dan obligasi.

Cash Flow
Pencatatan perubahan modal kerja sehubungan dengan kegiatan usaha perusahaan yang dilaporkan. Catatan memperlihatkan perincian sumber uang kas dan penggunaannya.

Closing Price
Harga penutupan suatu efek atau surat berharga di bursa.

Company Listing
Pendaftaran saham perusahaan ke bursa efek agar dapat diperjualbelikan.

Corporate Action
Suatu tindakan‭ ‬/‭ ‬keputusan perusahaan publik yang akan berpengaruh terhadap kepentingan pemegang saham,‭ ‬seperti pembagian dividen,‭ ‬pemberian saham bonus,‭ ‬stock split,‭ penawaran umum terbatas,‭ ‬dll.

Crossing
Transaksi jual beli yang dilakukan hanya oleh anggota bursa yang sama.

Custody
Kata lain dari custodian. Lembaga atau pihak yang menyimpan surat-surat berharga yang diperdagangkan seperti saham. Salah satu tujuannya adalah agar mempermudah penyelesaian transaksi di kemudian hari.

Cut Loss
Upaya untuk menghindari kerugian yang lebih besar dengan menjual saham pada posisi merugi.

Delisting‭ (‬penghapusan pencatatan‭)
Penghapusan efek dari daftar efek yang tercatat di Bursa sehingga efek tersebut tidak dapat diperdagangkan di Bursa.‭ ‬Saham-saham yang telah di‭ ‬delist‭ ‬tetap dapat diperdagangkan di luar bursa,‭ ‬dan status emiten tersebut tetap sebagai perusahaan publik.

Dilusi
Penurunan persentase pemilikan dari pemegang saham suatu perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah saham yang beredar.

Disclaimer
Pernyataan penolakan bertanggung jawab atas resiko investasi yang mungkin muncul akibat penggunaan informasi yang terdapat pada suatu laporan riset, surat pernyataan atau sejenisnya.

Diversifikasi
Cara berinvestasi dengan menanamkan uang pada beragam instrument investasi untuk mengurangi resiko.

Divestasi
Kebalikan dari investasi. Penjualan kembali saham perusahaan.

Dividen
Bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada pemegang saham.‭ ‬Dividen dapat berupa dividen tunai atau 

Dividen Kas
Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang.

Dividen Saham
Bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk saham.

Dual Listing
Pencatatan saham di lebih dari satu bursa sehingga likuiditas surat berharga tersebut lebih terjaga.

Earning Per Share (EPS)
Laba bersih per saham suatu perusahaan. Cara menghitungnya, laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah seluruh saham yang beredar.

Efek
Surat berharga,‭ ‬yaitu surat pengakuan utang,‭ ‬surat berharga komersial saham,‭ ‬obligasi,‭ ‬tanda bukti utang,‭ ‬unit penyertaan kolektif kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek.

Emiten
Pihak atau perusahaan yang menawarkan efeknya kepada masyarakat investor melalui penawaran umum.

Face Value
Nilai nominal, nilai yang tercantum pada sekuritas seperti wesel, obligasi dan instrumen sejenisnya.

Financial Statement (Laporan Keuangan)
Laporan keuangan yang diterbitkan secara periodik, disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum dan menyajikan kondisi keuangan perusahaan seperti laporan neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas pemilik.

Go Public
Kegiatan suatu perusahaan ketika pertama kali menawarkan saham kepada masyarakat pemodal.‭ ‬Disebut pula IPO‭ (‬Initial Public Offering‭)‬.

Harga Nominal (Nilai Pari / Par Value)
Nilai yang ditetapkan emiten untuk menilai setiap saham yang mereka terbitkan.

Harga Pasar (Market Value)
Harga terakhir yang dilaporkan saat saham terjual di bursa.

Harga Pembukaan‭ (‬Open‭)
Harga yang terjadi pertama kali pada saat jam Bursa dibuka.

Harga Penutupan‭ (‬Close‭)
Harga yang terjadi terakhir pada saat akhir jam Bursa.

Harga Perdana
Harga pada waktu pertama kali suatu efek dikeluarkan‭ ‬/‭ ‬ditawarkan kepada masyarakat.

Harga Tertinggi‭ ‬/‭ ‬Terendah
Harga saham yang paling tinggi atau paling rendah terjadi pada satu hari Bursa.

Hedging (Lindung Nilai)
Lindung nilai dengan cara melakukan transaksi di pasar berjangka dengan posisi berlawanan dari pasar spot.

Holding Company
Kata lain dari perusahaan induk. Perusahaan yang memiliki saham dengan hak suara yang cukup di dalam perusahaan lain untuk mempengaruhi dewan direksi sehingga dapat mengendalikan kebijaksanaan dan manajemen perusahaan tersebut.

Index‭ (‬Indeks Harga Saham‭)
Index harga saham merupakan indikator utama yang menggambarkan pergerakan harga saham.‭ ‬Di Bursa Efek Indonesia terdapat‭ ‬7‭ ‬jenis index,‭ ‬yaitu‭ (‬1‭) ‬Index Harga Saham Individual,‭ (‬2‭)‬,‭ ‬Index Harga Saham Sektoral,‭ (‬3‭) ‬Index Harga Saham Gabungan,‭ (‬4‭) ‬Index LQ45,‭ (‬5‭) ‬Index JII,‭ (‬6‭) ‬Index MBX dan‭ (‬7‭) ‬Index DBX.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indikator gabungan dari pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, baik saham biasa maupun saham preferen. Hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100.

Insider Trading
Transaksi saham berdasarkan bocoran informasi rahasia dari orang dalam, pihak-pihak yang terkait dengan emiten, konsultan perusahaan atau regulator (insider information). Transaksi seperti ini umumnya melibatkan orang-orang yang menurut aturan tidak boleh melakukan transaksi, seperti direktur perusahaan yang memperdagangkan saham perusahaan sendiri.

Investasi
Kegiatan menanam dana atau modal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dimasa mendatang.

Initial Public Offering (IPO)
Penawaran saham perdana pada saat perusahan mulai go public.

JATS
Singkatan dari‭ ‬Jakarta Automated Trading System‭ ‬yang merupakan sistem perdagangan Efek yang berlaku di Bursa Efek Indonesia untuk perdagangan yang dilakukan secara otomatis dengan menggunakan sarana komputer.‭

Kapitalisasi Pasar
Harga saham perusahaan dikalikan dengan jumlah saham yang beredar.

Kliring
Proses penentuan hak dan kewajiban Anggota Kliring yang timbul atas transaksi bursa yang dilakukan di Bursa Efek.‭ ‬Tujuan dari proses kliring adalah agar masing-masing Anggota Kliring mengetahui hak dan kewajibannya baik berupa Efek maupun uang untuk diselesaikan pada tanggal penyelesaian.

Lembaga Kliring dan Penjaminan‭ (‬LKP‭)
Lembaga Kliring dan Penjaminan‭ merupakan lembaga yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa.‭ ‬Saat ini lembaga ini diselenggarakan oleh PT.‭ ‬Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia atau disingkat KPEI.

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian‭ (‬LPP‭)
Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian‭ adalah lembaga yang menyelenggarakan kegiatan kustodian sentral‭ (‬tempat penyimpanan terpusat‭) ‬bagi Bank Kustodian,‭ ‬Perusahaan Efek dan pihak lain.‭ ‬Saat ini lembaga ini diselenggarakan oleh PT.‭ ‬Kustodian Sentral Efek Indonesia atau disingkat KSEI.

Likuiditas
Karakteristik suatu saham yang jumlahnya cukup banyak didalam peredaran sehingga memungkinkan relative mudah untuk ditransaksikan.

Lot
Satuan terkecil perdagangan saham di bursa (500 saham)

LQ-45
Indeks di Bursa Efek Indonesia yang terbentuk dari 45 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar tertinggi dan diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan. LQ-45 dievaluasi setiap enam bulan sekali.

Manajer Investasi
Pihak yang mendapat izin dari Bapepam untuk mengadakan kegiatan usaha mengelola Portfolio Efek bagi para nasabah atau mengelola Portfolio Investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.

Manipulasi Pasar
Upaya mempengaruhi investor lain dalam mengambil keputusan investasi melalui informasi yang tidak benar.

Margin Trading
Perdagangan saham dengan sebagian modal pinjaman dari pialang dengan jaminan saham yang dibeli.

Market Capitalization
Nilai suatu perusahaan publik berdasarkan harga pasar dari saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar.

Merger
Penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu.

Odd Lot‭
Satuan jumlah saham yang jumlahnya lebih kecil dari satuan perdagangan saham di Bursa Efek,‭ ‬sehingga jumlah tersebut tidak dapat diperdagangkan di pasar regular.‭ ‬Satuan perdagangan di BEI adalah‭ ‬500‭ ‬saham.

Offer
Penawaran jual suatu saham di bursa oleh calon penjual. Harga penawarannya disebut offer price.

Open Price
Harga pada saat bursa pertama kali dibuka setiap hari.

Option (Opsi)
Hak untuk membeli atau menjual suatu saham pada harga yang telah diperjanjikan sebelumnya.

Pasar Perdana‭ (‬Primary Market‭)
Penjualan efek pertama kali kepada publik atau Penawaran Saham Perdana‭ (‬Initial Public Offering‭)‬.‭

Pasar Sekunder‭ (‬Secondary Market‭)
Pasar sekunder adalah suatu istilah yang menunjukan perdagangan efek setelah diterbitkan dan dijual untuk pertama kali‭ (‬emisi baru‭)‬.‭ ‬Jadi setelah pasar perdana atau perdagangan di Bursa Efek.

Penasehat Investasi
Seseorang atau perusahaan yang mendapat izin resmi dari Bapepam untuk bertindak sebagai pemberi nasehat kepada pemodal awam yang ingin menanamkan modalnya dengan harapan memperoleh penghasilan yang memadai.

Perantara Pedagang Efek
Perusahaan yang bertindak sebagai perantara bagi pemodal yang ingin membeli atau menjual saham di pasar modal‭ ‬/‭ ‬bursa.‭ ‬Perusahaan yang sama dapat juga membeli atau menjual efek atas namanya sendiri,‭ ‬bila ia bertindak bukan lagi sebagai perantara tetapi sebagai pedagang.‭ ‬PPE bekerja berdasarkan amanat investor baik untuk beli maupun jual,‭ ‬dan mendapat komisi dari aktivitasnya berdasarkan negosiasi dengan investor.‭ ‬Sering pula disebut broker atau pialang.

Perusahaan Efek‭
Perusahaan efek adalah perusahaan yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin Emisi Efek,‭‬Perantara Pedagang Efek,‭ ‬Manajer Investasi.

Perusahaan Publik
Perusahaan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh‭ ‬300‭ (‬tiga ratus‭) ‬pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp.‭ ‬3.000.000.000‭ (‬tiga miliar rupiah‭) ‬atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Perusahaan Tercatat‭ (‬listed company‭)
Perusahaan yang saham-sahamnya tercatat atau terdaftar dan dapat diperdagangkan pada suatu Bursa Efek.‭ ‬Masing-masing Bursa Efek mempunyai persyaratan tersendiri bagi suatu perusahaan yang akan tercatat di Bursa tersebut.

Pialang
Pihak yang melaksanakan pembelian dan atau penjualan saham atas perintah investor. Dari aktivitasnya tersebut, pialang mendapatkan komisi (fee).

Portfolio
Jika Anda melakukan diversifikasi investasi pada lebih dari sebuah saham atau dengan kombinasi obligasi, valas, properti atau aktiva lainnya dengan tujuan mengurangi resiko, maka Anda telah menciptakan portfolio.

Price‭ & ‬Time Priority
Prioritas dalam melakukan transaksi jual beli saham di Bursa Efek‭ (‬di Pasar Reguler‭)‬,‭ ‬dimana pihak yang menawarkan harga paling tinggi untuk membeli atau paling rendah untuk menjual akan mendapatkan prioritas dalam suatu transaksi,‭ ‬sementara penawaran pada harga yang sama baik untuk beli maupun untuk jual,‭ ‬prioritas diberikan kepada siapa yang lebih dahulu memasukan penawaran tersebut.

Prospektus
Setiap informasi tertulis sehubungan dengan penawaran umum dengan tujuan agar pihak lain membeli efek.

Quote
Kependekan dari kata quotation, menunjukan harga saat ini (real tima price) untuk saham yang ditawarkan.

Remote Trading
Sistem perdagangan di BEI‭ ‬dimana order dilakukan tidak lagi di lantai bursa,‭ ‬namun dapat dilakukan langsung melalui kantor Perusahaan Efek.

Return
Hasil yang diperoleh dari penanaman modal tertentu dalam suatu perusahaan pada periode tertentu

Right Issue‭ ‬(Penawaran Umum Terbatas‭)
Salah satu bentuk peningkatan modal disetor suatu perseroan.‭ ‬Dalam‭ ‬right issue / penawaran umum terbatas,‭ ‬perseroan menawarkan hak‭ (‬right‭) ‬kepada pemegang saham yang ada untuk mendapatkan saham baru yang tentu saja berarti menyetor modal dengan rasio tertentu.‭ ‬Jika pemegang saham tersebut tidak mengambil haknya,‭ ‬maka‭ ‬ia dapat menjual haknya tersebut kepada investor lain.‭ ‬Dengan demikian di pasar modal juga dikenal perdagangan‭ ‬right.‭ ‬Jadi‭ ‬right‭ ‬adalah hak yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk terlebih dahulu membeli saham yang baru dikeluarkan dengan tujuan agar para pemegang saham lama diberi kesempatan untuk mempertahankan pesentase kepemilikannya dalam suatu perusahaan.

Saham‭ (‬Stock‭)
Bukti penyertaan modal di suatu perusahaan,‭ ‬atau merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

Saham Bonus
Saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham bedasarkan jumlah saham yang dimiliki.

Saham Gorengan
Saham perusahaan-perusahaan yang umumnya diperdagangkan bukan berdasarkan fundamentalnya, tapi berdasarkan rumor atau isu.

Saham Tidur
Saham yang tidak aktif diperdagangkan.

Saldo Laba
Akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian dividend an koreksi laba rugi periode lalu.

Scripless Trading
Sistem perdagangan tanpa warkat dan penyelesaian transaksi dilakukan dengan pemindahbukuan‭ (‬book entry settlement‭)

Securities Company (Perusahaan Efek / Sekuritas)
Perusahaan yang telah memiliki ijin usaha untuk menjalankan satu atau beberapa kegiatan sebagai penjamin emisi, pialang, manajer investasi atau penasihat investasi.

Short Selling
Menjual saham meskipun belum memilikinya. Biasanya strategi ini dilakukan ketika investor yakin harga saham akan turun pada hari yang sama, sehingga dia dapat membeli ketika harga saham tersebut lebih rendah daripada saat dia menjualnya.

Stock Split
Pemecahan setiap satuan unit saham menjadi lebih dari satu sehingga akan menambah jumlah saham yang beredar.

Suspensi
Penghentian sementara perdagangan suatu saham di Bursa Efek.‭ ‬Penghentian ini dapat disebabkan karena permintaan Emiten sendiri atau merupakan keputusan Bursa dalam rangka‭ ‬memberikan perlindungan kepada investor atau dapat pula karena pengenaan sanksi oleh Bursa Efek kepada suatu Emiten.

T+3
Istilah dalam penyelesaian transaksi yang artinya setelah transaksi‭ (‬T‭) ‬hak dan kewajiban diselesaikan dalam waktu‭ ‬3‭ ‬hari bursa.

Trading Floor
Tempat transaksi saham atau efek berlangsung.

Transaksi Bursa
Transaksi yang dilakukan oleh Anggota Bursa Efek yang tertuang dalam bentuk kontrak kesepakatan dengan Bursa Efek.‭ ‬Kotrak tersebut mencakup‭ ‬:
a. Jual beli Efek‎ (‏saham maupun instrument lainnya‭)‬.
b. Pinjam meminjam Efek.
c. Kesepakatan lain mengenai Efek‎ ‏/‎ ‏harga Efek.

Transaksi di Luar Bursa
Transaksi Efek yang dilakukan di luar bursa dan tidak diatur oleh bursa.‭ ‬Transaksi ini antara lain dilakukan‭ ‬:
a. Anatara Perusahaan Efek.
b. Perusahaan Efek dengan pihak lain yang tidak diatur oleh Bursa Efek.
c. Antara pihak yang bukan Perusahaan Efek‎ (‏individu‭ ‬/‭ ‬lembaga pemegang saham tersendiri‭)

Undersubscribed
Jumlah permintaan terhadap saham perdana kurang dari jumlah saham yang akan diterbitkan. Kebalikannya adalah oversubscribed.

Underwrite
Perusahaan sekuritas yang bertindak melaksanakan penjaminan terhadap penjualan saham saat IPO.

Undervalued
Saham atau surat berharga diperdagangkan dengan dengan harga dibawah nilai asetnya.

Waran
Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang efek untuk memesan‭ ‬/‭ ‬membeli saham perusahaan tersebut pada harga tertentu setelah‭ ‬6‭ ‬bulan atau lebih.‭ ‬Dalam praktek,‭ ‬terkadang penerbitan waran dilakukan bersamaan dengan penerbitan saham dimana waran tersebut sebagai insentif atau pemanis‭ (‬sweetener‭)‬.‭ ‬Selain diterbitkan bersama saham,‭ ‬waran juga bisa diterbitkan bersama obligasi.

Window Dressing
Upaya manajer investasi mempercantik kinerja dengan mengangkat harga saham-saham yang ada di portfolionya. Aksi ini dilakukan di akhir kuartal, akhir semester atau akhir tahun.